LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL CARE

Diposting oleh Rudi Mole



                                      LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL CARE

INTRANATAL CARE
I. Definisi
- Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Wikmosastro, 1991:180)
- Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi pembukaan servik serta pengeluaran janin dan plasenta dari uterus ibu

II. Mekanisme Persalinan
1. Enggagement
- Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan
- Multi para terjadi pada permulaan persalinan

2. Discent (turunya kepala)
Turunnya kepala atau presentasi pada inlet disebabkan oleh :
- Tekanan cairan ketuban
- Tekanan langsung oleh fhundus uteri
- Kontraksi diafragma dan otot perut (Kalla II)
- Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus

3. Fleksi
Majunya kepala : kepala mendapat tahanan dari cervik, dinding panggul dan dasar panggul

4. Internal Rotasi (Putaran paksi dalam)
Bagian terendah memutar kedepan, ke bawah simpisis


5. Ekstensi
Defleksi kepala : mengarah ke depan dan ke atas

6. Eksternal Rotasi (Putaran paksi luar)
Setelah kepala lahir memutar kembali kea rah punggung bayi

7. Expulsi
Bahu depan dibawah simpisis, lahir bahu belakang, bahu depan, dan badan

III. Faktor-faktor yang penting dalam persalinan
- Pasenger : Besarnya anak, presentasi dan posisi
- Pasagway : Bentuk dan ukuran panggul
- Power : Kontraksi uterus (kekuatan, lama, dan frekuensi), tenaga ibu untuk mengedan
- Plasenta : Tempat insersi plasenta
- Psikologi : Perubahan psikologis yang terjadi

IV. Kalla Persalinan
1. Kalla I
- Waktu pembukaan servik sampai lengkap (± 10 cm)
- Pada primipara biasanya berlangsung 6-18 jam, dimana setiap jam pembukaan bertambah ± 1cm, pada multipara 2-10cm pembukaan ± 1cm dalam 30 menit
- Beberapa yang harus dimonitor pada kalla I adalah :
Keadaan ibu
Pembukaan servik yaitu pembesaran ostinum eksterna sampai 1-10cm. Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir postio, segmen bawah rahim, servik dan vagina menjadi satu saluran
a. Fase pada kalla I
• Fase Laten
Pembukaan servik berlangsung lambat, pembukaan dari 0-3 cm, biasanya dalam waktu 7-8jam
• Fase Aktif
Biasanya berlangsung ± 6 jam, dibagi atas beberapa periode:
- Periode Akselerasi : Pembukaan servik 3-4 cm (biasanya selama 2 jam
- Periode dilatasi maksimal : Pembukaan 4-9 cm (biasanya selama 2 jam)
- Periode deselerasi : Pembukaan 9-10 cm (biasanya 2 jam)
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaan kalla I
- Otot-otot servik menarik rahim
- Segmen bawah servik diregang oleh isi abdomen
- Ketuban sewaktu kontraksi, menonjol ke kanalis servikalis dan bila ketuban sudah pecah dan dorongan kepala janin

c. Kontraksi Uterus
Pada awalnya tidak begitu kuat, biasanya dorong setiap 10-15 menit, yang lama-kelamaan menjadi kuat dan jaraknya yang lebih pendek

d. Pemeriksaan Leopold
• Leopold I : Menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat di fundus
• Leopold II : Menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letak bagian terkecil
• Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah sudah masuk pada PAP
• Leopold IV : Menentukan apa yang normal bagian bawah dan sudah berapa masuknya bagian bawah ke dalam PAP

e. Turunnya Kepala Janin
- Hodge I : Kepala turun setinggi PAP
- Hodge II : Kepala turun setinggi pinggir bawah simpisis
- Hodge III : Kepala turun setinggi spina ischiadika
- Hodge IV : Kepala turun setinggi os cogsegis

f. Station
- Fiqating : Bagian presentasi diatas inlet -4,-5
- Fixed : -3, -2, -1
- Engaged ukuran terbesar bagian terendah setinggi spina ischiadika : 0
- Mid platul : Antara inlet bagian terendah panggul : +1, +2, +3
- Pada perineum : +4, +4

g. Posisi dan Presentasi
Posisi : hubungan presentasi dengan kanan atau kiri ibu
- Cephalik presentasi : Occiput
- Breceh presentasi : Sacrum
- Face presentasi : Dagn
- Transperse presentasi : Scapula
- Bach Cephalik presentasi : Ubun-ubun kecil

h. Teknik Meneran
- Menurut codayra-barela
1. Meneran secara pendek tidak lebih dari 6-7 detik
2. Meneran waktu ada dorongan setiap his meneran 3-5 kali
3. Meneran dengan membuka glottis dan sedikit menghembus

- Cara Klasik
Ibu disarankan meneran setiap ada his

- Cara Semi Fowler
1. Jika ada kontraksi kepala dan bahu diangkat 45¬¬¬0C
2. Uterus mulai berkontraksi, paha ditarik kearah abdomen, tangan merangkul paha dan bawah lutut
3. Meneran pendek 5 detik dengan membuka glottis, menarik nafas sebelum mengedan dihindari
4. Menarik pada lutut dengan menempel pada dada menguatkan dorongan diafragma dan otot perut
5. Diluar his, tungkai diluruskan untuk mengurangi tekanan pada pangkal dan relaksasi dasar panggul

2. Kalla II
a. Kalla pengeluaran hasil konsepsi
b. Penatalaksaaan kalla II
1) Observasi tanda-tanda kalla II seperti: His makin kuat, lama dan sering, perdarahan meninkat, timbul deflek meneran seperti: ingin BAB, anus meregang, kepala tampak divulva, perineum meregang dan vulva membuka
2) Monitor DJJ : normal 120-140x/menit
3) Bantu persalinan, lakukan episiotomi jika ada indikasi
4) Merapihkan bayi dan menilai APGAR scors
5) Perhatikan teknik septic dan antiseptic
6) Tingkatkan rasa nyaman, bila nyeri lakukan :
- Kompres dingin/hangat
- Teknik bernafas
- Stimulasi dengan memijat perut ibu

3. Kalla III
Fase keluarnya plasenta pada primipara : ½ jam dan pada multipara ¼ jam
• Penatalaksanaan kalla III
1. Observasi tanda-tanda lepasnya plasenta
- Timbulnya kontraksi uterus
- Fundus membundar
- Tali pusat menjulur
- Terlihat masa di introitus
- Perdarahan sekonyong-konyong
2. Menentukan lepasnya plasenta
3. Menilai cara lahirnya plasenta
- Cara Duncan : Plasenta lepas dari pinggir, perdarahan sedikit
- Cara Sechulze : Plasenta lepas dari tangan, perdarahan sekonyong-konyong
4. Menentukan kelengkapan plasenta
- Jumlah kortiledon 16-22
- Tebalnya 2-3 cm
- Beratnya 550-600 cm
- Panjang tali pusat 55 – 60 cm
- Diameter 14 – 16
- Insersi tali pusat
- Arteri 2 dan Vena 1
- Periksa pinggir plasenta ada robekan atau tidak

5. Observasi jalan lahir
6. Monitoring kontraksi uterus
7. Observasi keadaan umum ibu
8. Penuhi kebutuhan dasar ibu, minum, makan dan rasa nyaman

4. Kalla IV
Fase keluarnya plasenta dimana uterus tidak kontraksi lagi
• Penatalaksanaan
- Observasi jalan lahir, anus terjadi atau tidak
- Monitor tanda-tanda vital, keadaan umum, kontraksi uterus dan respon klien
- Penurunan rasa nyaman: Bersihan ibu, ganti baju, panjang pembalut, atur posisi yang nyaman
- Beri ibu makan dan minum
- Lakukan bonding attacchman

V. Data Fokus
• Identitas
- Biodata klien atau ibu
- Riwayat kehamilan sebelumnya yang berkaitan dengan antenatal care
- Riwayat persalinan atau kelahiran terdahulu (vakum, forceps, induksi oksitosin), BBLR, BBL besar
- Riwayat post partum : Perdarahan, hipertensi akibat kehamilan
- Riwayat penyakit yang diderita : sulit bernafas, hipertensi, kelainan jantung
- Riwayat kesehatan keluarga : Gameli, molahidatidosa
- Riwayat kehamilan sekarang : ANC, keluhan
 HPHT untuk menentukan taksiran partus :
Ø
Siklus 28 hari : tanggal (+7), bulan (-3), tahun (+1)
Siklus 35 hari : tanggal (+ 7 ), bulan (-3), tahun (+1)
 Sejak kapan ibu merasa mulas
Ø
 Apakah sudah teratur
Ø
 Kapan terakhir makan
Ø
 Kapan terakhir BAB atau BAK
Ø

• Pemeriksaan fisik
- Abdomen
a. Tinggi fundus uteri dengan pemeriksaan Leopold I, jika > 40 cm kemungkinan kehamilan kembar, poli hidramnion atau makrosamia
b. Posisi, letak, presentasi dan turunnya kepala janin dengan leopold II, III, IV
c. Pemeriksaan untuk menilai turunnya kepala janin : Station
- 5/5 : seluruh kepala janin dapat diraba dengan 5 jari
- 4/4, 3/5, 2/5, 1/5, 0

d. Kontraksi uterus
- Fase laten 1 kalla setiap 10 menit
- Fase aktif < 20 detik (lemah), 20-40 detik (sedang), > 40 detik (kuat)

e. DJJ normal: 120-140x/menit

VI. Diagnosa
1. Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan krisis situasi, transmisi interpersonal, kebutuhan tidak terpenuhi
• Kriteria
- Ekspresi tenang, secara verbal mengatakan cemas berkurang

• Intervensi
- Berikan dukungan professional sesuai kebutuhan klien
- Orientasikan klien pada lingkungan, stak dan prosedur, berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis
- Kaji dan pantau kontraksi uterus
- Anjurkan klien mengungkapkan perasaan, masalah dan rasa takut
- Dokumentasikan metode persalinan dan relaksasi, berikan kenyamanan
- Tingkatkan privacy dan penghargaan
- Berikan kesempatan klien untuk bertanya


2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang, peningkatan pengeluaran
• Kriteria
- Tanda dehidrasi tidak ada
- Tanda-tanda vital stabil
- DJJ stabil
• Intervensi
- Pantau intake dan output, perhatikan BJ urine
- Anjurkan klien mengosongkan kandung kemih setiap 2-3 jam
- Pantau produksi mucus, jumlah air mata dan turgor kulit
- Berikan cairan pengganti
- Berikan perawatan mulut
- Pertimbangkan cairan parenteral
- Pantau hemotoksit

3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang mengingat, kesalahan interpretasi informasi
• Kriteria
- Klien berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan
- Klien mengungkapkan pemahaman

• Intervensi
- Informasi tentang prosedur dan kemajuan persalinan
- Diskusikan pilihan perawatan selama proses
- Dokumentasikan teknik pernafasan atau relaksasi dengan tepat (caldiyro garcio, semi fowler, klasik)
- Tinjau ulang aktivitas yang tepat dan tindakan pencegahan injury



DAFTAR PUSTAKA


Bobak, 2000, Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC
Doengoes, A. Marylin, 2000, Rencana Perawatan Maternal dan Bayi, Jakarta : EGC

Hamilton., 1995, Dasar-dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC








{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut